Pendidikan Narkoba Pada Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Awal

Bagikan ke:

LenteraEdukasi.com — Menyikapi peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang semakin marak di muka dunia khususnya di negeri kita Indonesia, sudah sewajarnya lah kita sebagai masyarakat harus mampu berpartisipasi secara aktif untuk ikut bersama mengatasi persoalan diatas. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya terkait dengan penggunaannya, namun ada hal-hal mendasar yang berkenaan dengan masalah narkoba tersebut.

Hal itu menjadi sebuah keterkaitan antara keberadaan narkoba itu sendiri dengan peredarannya yang melibatkan jaringan nasional bahkan sampai internasional. Tentu saja dibutuhkan strategi yang tidak biasa dalam menyikapi hal tersebut. Salah satu upaya yang sangat penting selain dari pemberantasan dan pemutusan jaringan narkoba tersebut adalah tindakan pencegahan agar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat ditekan bahkan dibasmi sampai keakarnya.

Hasil penelitian dan survey yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2014 menunjukkan hal yang sangat memprihatinkan. Sedikitnya 12.044 orang mati sia-sia akibat penyalahgunaan narkoba pertahun. Ini berarti ada 33 orang setiap harinya meninggal akibat narkoba.

Berdasarkan penelitian diatas, juga dijelaskan angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 4 juta orang pengguna, dengan rincian 1,6 juta coba pakai,1,4 juta adalah mereka yang memakai secara teratur dan sebanyak 943 orang sudah dalam taraf pecandu. Hal yang lebih memprihatinkan adalah fakta bahwa 27,32% penyalahgunaan narkoba adalah pelajar dan mahasiswa. Ini menunjukkan betapa generasi muda kita sekarang adalah merupakan sasaran empuk bagi peredaran gelap narkoba. Disinilah kita dituntut untuk dapat lebih peka, memahami dan juga bertindak nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Berbicara mengenai pelajar dan mahasiswa, berarti kita berbicara masalah generasi muda harapan bangsa, dimana ditangan merekalah nanti estafet kepemimpinan akan kita berikan. Di tangan merekalah nasib negeri ini akan berlanjut kedepannya, menjadi negeri yang bagaimanakah Indonesia ini nantinya. Karena itu lah dibutuhkan upaya pencegahan dan juga upaya penyelamatan generasi muda kita dari bahaya narkoba.

Kita butuh generasi emas yaitu generasi yang bebas dari narkoba beserta segudang prestasi dan kemampuan yang membanggakan, yang kelak bisa dijadikan modal dasar kita dalam membangun negara kita di masa yang akan datang. Apalagi bangsa Indonesia pada saat ini tengah melaksanakan transformasi untuk menjadi negara yang lebih maju pada tahun 2045 atau seratus tahun setelah kemerdekaan. Cita-cita kita semua adalah agar Indonesia mampu menjadi negara yang kuat secara ekonomi dan makin berkeadilan.

Peran Serta Keluarga Dalam Membentuk Generasi Yang Bebas Narkoba

Salah satu hal yang penting dalam pencegahan narkoba adalah adanya pendidikan tentang narkoba di dalam lingkungan keluarga. Pendidikan narkoba dalam hal ini maksudnya adalah para orang tua diharuskan mempunyai informasi dan pengetahuan yang luas tentang apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, dampak buruk narkoba bagi segala aspek kehidupan. Informasi yang tepat dapat diperoleh dari berbagai sumber misalnya dari media cetak, elektronik, buku-buku tentang narkoba ataupun dari situs resmi Badan Narkotika Nasional (BNN).

Selanjutnya para orang tua dapat secara aktif membagi pengetahuan  dan informasi tentang narkoba tersebut kepada anak-anaknya.Jika kita ingin anak-anak kita jauh dari narkoba maka sudah seharusnya lah diri kita sendiri sebagai orang tua juga harus bersih dan terbebas dari narkoba.

Tidak pernah ada kata terlalu dini ataupun terlambat untuk mencegah anak dari tindakan penyalahgunaan narkoba.Membuat berbagai bentuk perlindungan dan strategi yang baik dalam upaya kita melindungi anak dari bahaya narkoba adalah tindakan yang paling tepat untuk menyelamatkan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai orang tua untuk dapat membentuk anak sebagai generasi yang bebas narkoba.

Sediakan waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan anak
Komunikasi adalah sarana yang sangat efektif untuk membangun suatu hubungan yang baik.Gunakan setiap kesempatan untuk dapat menjalin komunikasi dengan anak.Sebagai orang tua kita harus mampu memantau perkembangan anak kita sesibuk apapun pekerjaan diluar sana. Usahakan untuk melakukan beberapa kegiatan secara bersama-sama minimal diakhir pekan. Makan malam bersama,berekreasi,berolahraga bersama ataupun mengajak anak mengikuti acara kerohanian mampu untuk membangun sebuah kebersamaan dan keakraban dalam keluarga.

Tunjukkan kepada mereka bahwa untuk memperoleh kesenangan,mereka tidak perlu menggunakan narkoba. Ajak mereka untuk berdiskusi untuk membahas permasalahan narkoba yang kian marak saat ini. Berbagilah informasi tentang narkoba kepada anak dengan cara-cara yang mengedukasi bukan mendoktrin atau memaksa.

• Jadilah pendengar yang baik bagi anak anda
Tidak ada salahnya sebagai orang tua kita juga bisa sebagai sahabat bagi anak.Perhatikan apa yang tengah terjadi dalam kehidupan anak. Dengarkan keluhan dan kekhawatiran dirinya. Buatlah ia merasa nyaman jika bercerita dengan anda,berikan kepercayaan kepadanya dan tanamkan bahwa anda memang sangat memperdulikan dan memperhatikannya. Jadikan anda lah orang pertama yang mengetahui dan orang pertama yang diajaknya bercerita apabila ia sedang mendapat masalah.Waspadai tanda atau gejala bila mungkin anak anda terlibat dalam pergaulan narkoba.Pastikan dirinya mendapat pertolongan sebelum terlibat semakin jauh.

• Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang narkoba
Sebelum anda menyampaikan informasi tentang narkoba,pastikan anda sebagai orang tua telah banyak belajar, memperoleh informasi yang tepat dan terpercaya, serta up to date dalam menyampaikan berita dan fakta tentang narkoba. Luangkan waktu sedikitnya beberapa menit setiap harinya untuk mengatakan dan menunjukkan kepedulian anda terhadapnya. Pastikan dirinya tahu bahwa anda ingin agar ia bebas dari narkoba. Anda harus mampu menjelaskan apabila ia bertanya hal-hal seputar narkoba yang mungkin ia lihat di media ataupun langsung di lingkungannya.

• Awasi pergaulan anak anda
Jika anda mengenal atau mengetahui siapa saja teman atau sahabat anak anda, serta pelajari lingkungan pergaulannya. Akan lebih mudah bagi anda untuk memantau dan menilai apakah mereka adalah teman atau sahabat yang tepat bagi anak anda. Sebab selain lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan juga sangat berpengaruh kepada kehidupan anak.

Anda tidak harus secara ekstrim melarang anak bergaul diluar rumah tetapi berilah dia arahan dan pengertian bahwa alangkah lebih baik jika ia tidak mendekati pergaulan yang telah tercemar narkoba. Arahkan ia untuk dapat bergaul dengan komunitas yang memang berkegiatan positif yang bisa mengembangkan bakat atau talentanya misalnya ikut kegiatan pada sanggar tari, klub basket atau futsal, kegiatan keagamaan ataupun kegiatan yang berhubungan dengan anti narkoba.

Libatkan diri dan anak dalam kegiatan di lingkungan sekitar

Pencegahan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang efektif adalah suatu
kegiatan yang meluas dari lingkungan keluarga ke lingkungan sekitar. Libatkan diri anda dan keluarga dalam setiap kegiatan positif yang ada di lingkungan sekitar anda. Berkoordinasi dan bekerjasama lah dengan warga atau masyarakat sekitar untuk memastikan bahwa lingkungan sekitar tempat tinggal anda telah terbebas dari narkoba.

Mulailah membentuk atau bergabung dengan kelompok, organisasi atau koalisi lingkungan anti narkoba. Ajak lah anak untuk ikut serta dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Yang tak kalah pentingnya adalah peran serta anda dalam kegiatan di sekolah anak seperti Persatuan Orang Tua dan Guru (POMG) sebab sekolah adalah tempat kedua anak setelah rumah.

Dengan mengenal atau berinteraksi dengan guru dan orang tua dari teman sekolah anak anda maka anda bisa berbagi cerita, pengalaman ataupun saling bertukar informasi tentang anak-anak anda.Saling mengajak dan mengingatkan para orang tua tentang bahaya narkoba bagi anak adalah sesuatu yang sangat positif dalam usaha pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dan keluarga.

• Memimpin dan menjadi teladan bagi keluarga
Orang tua sebagai pemimpin dan teladan bagi anak hendaknya mampu untuk bersikap tegas dan konsisten akan aturan yang dibuat dalam keluarga. Dengan menentukan beberapa batasan mengenai sikap dan perilaku yang dapat ditolerir, anda telah memperlihatkan kepedulian kepadanya dan ingin membantunya untuk mengarahkan dirinya agar terbebas dari narkoba dan memiliki masa depan yang cerah serta mampu menggapai cita-citanya tanpa narkoba.

Jika anda menyatakan TIDAK untuk narkoba pada seluruh anggota keluarga, pastikan juga bahwa hal itu juga berlaku buat anda.Jangan hanya mampu membuat aturan atau kata-kata yang bagus tetapi anda sendiri melanggarnya. Mengingat begitu buruknya dampak narkoba bagi anak bangsa sudah sewajarnya lah pendidikan narkoba sejak dini dilingkungan keluarga harus kita terapkan.

Apalagi saat ini status “Indonesia Darurat Narkoba” yang dicetus kan Presiden Joko Widodo telah menunjukkan betapa permasalahan narkoba sudah sangat memprihatinkan. Ibarat fenomena gunung es, permasalahan narkoba yang tampak sekarang mungkin masih dipermukaannya saja, fakta yang sebenarnya lebih besar dari yang tergambar sekarang ini.Karena itu mari kita selamatkan anak bangsa dari pengaruh buruk narkoba.

Selamatkan keluarga dan orang disekitar kita dari efek buruk penyalahgunaan narkoba.Jangan pernah biarkan narkoba mematahkan semua cita-cita dan harapan kita. Mari kita wujudkan generasi emas yang sehat menuju Indonesia bebas narkoba.

Penulis : Sri Wahyuni,Spd (Penyuluh Narkoba BNNK Langkat)
Sumber: rakyatku.com

Bagikan ke:

Komentar

komentar

Related posts

Leave a Comment