Menristekdikti Butuh Rp9,7 T Selesaikan 112 PTN Mangkrak

Bagikan ke:

JAKARTA, LenteraEdukasi.com — Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (kemenristekdikti) sedang memprioritaskan penyelesaian gedung mangkrak di perguruan tinggi yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau yang dikenal dengan sebutan daerah 3T.
“Prioritas penyelesaian gedung mangkrak di daerah 3T, termasuk Universitas Borneo Tarakan ini,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir saat memberikan kuliah umum di Universitas Borneo Tarakan di Kalimantan Utara, Kamis (8/6/2017).

Menurut dia, untuk bisa menyelesaikan persoalan mutu pendidikan di Indonesia, maka perlu untuk menyelesaikan gedung-gedung yang mangkrak di daerah 3T.

“Penyelesaian masalah pendidikan tinggi diselesaikan dulu dari pinggiran, sehingga kualitas pendidikan semakin membaik,” kata Nasir.

Nasir mengaku sampai saat ini pihaknya telah mendata sekitar 112 perguruan tinggi negeri (PTN) yang mangkrak. Dari angka itu, kata dia, ada sekitar 36 diantaranya merupakan PTN baru.

Nasir mengaku, pihaknya memerlukan dana sebesar Rp9,7 triliun untuk menyelesaikan persoalan bangunan mangkrak di 112 perguruan tinggi tersebut.

Ia mengatakan dalam waktu dekat, pemerintah berencana mengeluarkan peraturan mengenai penyelesaian bangunan mangkrak itu, salah satunya dengan skema pembiayaan investasi non-anggaran dan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KBPU).

“Kami juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berasal dari daerah 3T dan juga beasiswa afirmasi bagi dosen perguruan tinggi di daerah 3T,” kata dia.

Sementara itu, Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Adri Paton menyampaikan bahwa universitas yang dikelolanya itu merupakan satu-satunya PTN di provinsi Kalimanan Utara.

“UBT merupakan perguruan tinggi yang berada di daerah perbatasan dengan Malaysia, termasuk kategori daerah 3T,” katanya.

Adri mengatakan, faktor geografis di posisi perbatasan ini akan sangat menentukan kesan kuat bagi negara tetangga terhadap gambaran kondisi pendidikan di Indonesia.

Untuk itu, Rektor UBT berharap Kemristekdikti bisa mendukung perkembangan UBT, baik dari segi infrastruktur maupun pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat bergerak maju sejajar dengan perguruan tinggi lainnya.

Dilaporkan Antara, Universitas Borneo Tarakan merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) yang berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2010. Kampus Utama Universitas Borneo Tarakan berada dibagian timur kota Tarakan. (tirto.id)

Bagikan ke:

Komentar

komentar

Related posts

Leave a Comment