Menumbuhkan Cinta Agama dan Negara Melalui PPK

Bagikan ke:

JAKARTA, LenteraEdukasi.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan program penguatan pendidikan karakter (PPK). PPK berisi 70 persen pendidikan karakter dan 30 persen pendidikan akademik.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, PPK untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetis), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik). PPK akan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Muhadjir menyampaikan, ada lima nilai utama karakter prioritas PPK. Nilai pertama, siswa dituntut untuk menerapkan nilai religius. Nilai kedua adalah nasionalisme. Siswa harus menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas diri sendiri dan kelompok.

“Sebelum belajar tak hanya doa, tapi juga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu ada latihan baris berbaris,” kata Muhadjir di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juli 2017.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini akan bekerja sama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mengisi materi bela negara di sekolah. “Tapi jangan disalahartikan kalau sekolah dimiliterisasi. Kami juga akan kerja sama dengan para tokoh agama untuk menumbuhkan nilai-nilai agama,” ujar dia.

Nilai ketiga dalam karakter prioritas PPK adalah Integritas. Siswa akan dilatih menjadi pribadi yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Nilai keempat, gotong royong. Nilai ini bisa mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dalam menyelesaikan persoalan.

“Makanya guru dianjurkan tidak hanya menggunakan metode ceramah saja. Harus melibatkan siswa, memberikan kerja kelompok agar siswa lebih aktif,” tutur dia.

Nilai kelima adalah mandiri. Siswa diajarkan agar tidak tergantung pada orang lain dan mempergunakan tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, dan cita-citanya.

PPK ini, kata Muhadjir, difokuskan pada siswa dasar dan menengah pertama. “Ini tidak akan mengubah kurikulum. PPK juga bisa diajarkan di luar kelas, saat ekstra kurikuler dan di rumah,” pungkas dia. (metrotvnews.com)

Bagikan ke:

Komentar

komentar

Related posts

Leave a Comment