Mahasiswa STT IKAT Dibekali Kiat Cermat-Cerdas Bermedsos dan Membuat Berita Video

Bagikan ke:

JAKARTA, LenteraEdukasi.com — “Saat ini media sosial (medsos) menjadi media yang sangat berpengaruh dalam menyampaikan informasi, baik informasi yang mencerahkan maupun yang menyesatkan (hoax), kepada masyarakat,” tutur Agustinus Eko Rahardjo. Hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Madya di Kedeputian Bidang Komunikasi Politik dan Desiminasi Informasi di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia pada acara Pembekalan Ilmu Jurnalistik dalam rangka pra Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pewarna 2017 dan Orientasi dan Reorientasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia (STT) IKAT. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (25/7/2017) di STT Ikat, Jakarta.

Lebih lanjut Mas Jojo, demikian sapaan akrab staf presiden ini, mengatakan: “Lewat gadget, i-phone, dan Facebook, informasi apapun dapat kita terima, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Saat ini disebut generasi ‘Z’ di mana media sosial sudah sangat dekat dengan kita, cuma dalam genggaman tangan.”

Kepada ratusan mahasiswa STT IKAT yang hadir dalam acara tersebut, Jojo memperlihatkan beberapa contoh berita di medsos, mulai dari berita yang mencerahkan dan mendidik hingga berita hoax dan rekayasa.

Jojo menegaskan bahwa kita dipaksa untuk cermat dan cerdas dalam bermedsos agar tidak disesatkan oleh berita hoax. “Penyesatan berita bukan sekadar informasi bohong, foto pun dapat direkayasa untuk menyesatkan,” ungkap Jojo yang juga dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Media Nusantara (UMN) ini.

Dalam hal merespons berita (membubuhi komentar atau memberi ekspresi emosi seperti suka, tertawa, sedih, atau tidak suka) dan menyebarkannya (share), ada baiknya kita periksa baik-baik dan periksa silang informasi berita tersebut. Demikian saran Jojo.

Khusus untuk mengomentari suatu berita atau informasi, Jojo kembali menyarankan agar kita menggunakan bahasa tulisan yang mencerahkan dan tidak provokatif. Mahasiswa juga dingatkan akan UU ITE yang dapat menjerat pengguna medsos ke masalah hukum. “Karena itu, jauhi membuat status yang provokatif dan kebenarannya diragukan, tetapi sebaliknya kita bisa berperan meluruskan berita hoax dan memberikan pencerahan,” tutur jurnalis berpengalaman ini.

Setelah dibekali materi cermat dan cerdas bermedia sosial, mahasiswa STT IKAT diajarkan bagaimana cara membuat video menarik dengan menggunakan Handphone (HP) atau smartphone oleh Donny Leonardo, anggota Pewarna Indonesia yang bertahun-tahun sebagai Kameramen di Network multimedia Christian Broadcasting Network (CBN).

“Sebelum video diunggah (upload) dan disebarkan (share), sebaiknya diedit terlebih dahulu untuk menghasilkan video yang, bukan saja tampilannya baik, tetapi juga pesan yang mau disampaikan di video tersebut dapat ditangkap,” jelas Donny. “Tentunya pesan yang baik dan bermanfaat,” tambahnya.

Menurut Donny, kita dapat mengukur seberapa banyak yang melihat dan berkomentar terhadap video kita, maka kita dapat menggunakan media sosial, seperti Facebook, YouTube, Instagram, Twitter, dan lain-lain. Hal ini juga dapat mengetahui apakah video kita bernilai dan/atau bermanfaat.

“Paling senang kalau video yang kita bagikan dikomentari baik, misalnya berita di video tersebut memberikan informasi berharga dan berkesan, apalagi kalau gambar videonya dinilai baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Donny juga mengajarkan mahasiswa STT IKAT bagaimana teknik menggunakan HP atau Smartphone untuk mengambil gambar video. “Pertama sekali perhatikan pencahayaannya dan posisi pengambilan gambar,” tuturnya.

Di pengujung materi, Donny memberikan beberapa contoh video yang pernah dia buat untuk ditonton dan dinilai oleh mahasiswa STT IKAT.

Materi terakhir dalam pembekalan ini disampaikan Hotman Lumbangaol. Hotman memberikan kiat bagaimana membuat berita dan tulisan. Materi tersebut tidak kalah penting dari dua materi sebelumnya.

“Modal awal seorang penulis adalah gemar membaca. Tidak ada penulis hebat yang tidak membaca,” kata Hotman, yang juga Wakil Ketua DPP Pewarna.

Selain harus gemar membaca, seorang penulis atau wartawan haruslah memiliki kepekaan dalam mengambil inti berita atau tulisannya. “Tulisan harus menarik dan bermanfaat bagi pembaca,” kata Hotman. “Menulislah dengan hati,” tambahnya.

Dari pantauan Lentera Edukasi, peserta pembekalan sangat antusias mengikuti setiap materi yang diberikan oleh Tim Pewarna ID. Hal itu terlihat dari aktifnya para mahasiswa yang mengajukan pertanyaan dan larut dalam mempraktekan (simulasi) dari setiap materi yang dibagikan.

Seorang mahasiswa bernama Christian Guruh Mawuntu terbuka pikirannya hendak memanfaatkan medsos sebagai sarana penginjilan melalui video dan tulisan yang memberkati. “Dari pembekalan ini, saya jadi tahu cara memanfaatkan media sosial untuk memberitakan kabar baik,” kata mahasiswa yang mengambl jurusan Pendidikan Agama Kristen ini.

Mahasiswa lainnya, Aughita Monica Mongkol mengungkapkan, ia merasa beruntung dapat mengikuti pembekalan  ini. Dia juga berharap agar pembekalan tersebut berkelanjutan, hingga kita-kita mahir,” kesan mahasiswi cantik asal Bengkulu ini.

Turut hadir dalam acara tersebut Rektor STT IKAT, Pdt DR Jimmy Lumintang, Ketua Umum DPP Pewrna ID Yusuf Mudjiono dan Ketua Panitia Rakernas Pewarna ID Moshe Dayan Situmorang. Dalam kesempatannya, Jimmy Lumintang mengatakan agar pembekalan tersebut berkelanjutan dan kerjasama dengan Pewarna ID dapat terus berjalan. (Boy Tonggor Siahaan)

Bagikan ke:

Komentar

komentar

Related posts

Leave a Comment